Selasa, 01 Maret 2011

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) kelas IX materi Perang dunia 2


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
SMP / MTS                             : SMP 1 Kaliwungu Kudus
Mata Pelajaran                        : Ilmu Pengetahuan Sosial
Kelas/semester                        : IX F/1
Alokasi Waktu                        : 2 x 30 menit
A.    Standar Kompetensi
Memahami kondisi perkembangan negara di dunia
B.     Kompetensi Dasar
Mendeskripsikan Perang Dunia II (termasuk pendudukan Jepang) serta pengaruhnya terhadap keadaan sosial, ekonomi, dan politik di Indonesia.
Indikator
1.      Mendeskripsikan bentuk-bentuk perlawanan rakyat dan pergerakan kebangsaan Indonesia di berbagai daerah pada masa pendudukan Jepang
C.     Tujuan Pembelajaran
1.      Siswa dapat memahami perlawanan rakyat terhadap Jepang
2.      Siswa dapat menganalisis pergerakan-pergerakan rakyat di berbagai daerah pada masa Jepang
D.    Materi Pembelajaran
1.      Bentuk-bentuk perlawanan rakyat dan pergerakan kebangsaan Indonesia melalui MIAI, Gerakan Bawah Tanah, Perjuangan Bersenjata.
a.       Perjuangan melalui organisasi bikinan Jepang
a)      Memanfaatkan gerakan PUTERA
PUTERA (pusat tenaga rakyat) didirikan pada tanggal 1 Maret 1943. Para pemimpin putera dikenal dengan sebutan empat serangkai, yang terdiri dari Ir. Soekarno, Moh. Hatta, Ki Hajar Dewantoro, dan K.H. Mas Mansur. PUTERA dibentuk oleh Jepang dengan tujuan agar kaum nasionalis dan intelektual menyumbangkan tenaga dan pikirannya untuk kepentingan Jepang. Namun oleh para pimpinannya, PUTERA dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat Indonesia  seperti  membela rakyat dari kekejaman Jepang serta menggemnleng mental dan semangat nasionalisme, cinta tanah air, anti kolonialisme dan imperialisme. Namun karena PUTERA dirasa lebih menguntungkan Indonesia maka pada april 1944, PUTERA dibubarkan oleh Jepang.
b)      Memanfaatkan Berisan Pelopor
Setelah putera dibuabrkan kemudian Jepang membentuk Jawa Hokokai (perhimpunan kebaktian rakyat jawa) yang dipimpin oleh para pejabat pendudukan Jepang. Tugas Jawa Hokokai adalah mengerahkan rakyat untuk mengumpulkan padi, jagung, emas, permata, besi, dan menanam pohon jarak yang hasilnya diserahkan Jepang. Salah satu bagiannya adalah Syuisyintai (barisan pelopor) yang dipimpin Ir. Soekarno sebagai pemimpin harian dan Sudiro sebagai kepala secretariat. Organisasi ini di dimanfaatkan oleh para nasionalis sebagai penyalur aspirasi nasionalisme dan memperkuat pertahanan pemuda melalui pidato-pidatonya.
c)      Memenfaatkan Chuo Sangi In (Badan Penasihat Pusat)
Badan ini dibentuk tanggal 5 September 1943 atas anjuran Jenderal Hideki Tojo. Ketuanya adalah Ir. Soekarno. Tujuannya adalah memberi nasihat atau pertimbangan kepada Seiko Shikikan (penguasa tertinggi militer Jepang di Indonesia). Salah satu saran Chuo Sangi In kepada Seiko Shikikan adalah agar dibentuknya barisan pelopor untuk mempersatukan seluruh penduduk agar secara bersama menggiatkan usaha mencapai kemenangan.
b.      Perjuangan melalui organisasi Islam Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI)
MIAI adalah kumpulan dari organisasi-organisasi Islam yang didirikan pada tanggal 21 September 1937 di Surabaya. Pencetusnya adalah K.H. Mas Mansur, K.H Wahab Hasbullah, Wondoamiseno, dll. Pada awalnya Jepang masih memberi hak hidup pada MIAI, namun karena organisasi ini dianggap kurang memuaskan maka pada Oktober 1943 dibubarkan dan diganti dengan Majelis Syura Muslimin Indonesia (MASYUMI) yang disahkan pada tanggal 22 November 1943.
c.       Perjuangan melalui gerakan bawah tanah
a)      Gerakan kelompok Sutan Syahrir
Kelompok ini merupakan pendukung demokrasi parlementer model Eropa barat dan menentang Jepang karena merupakan Negara Fasis. Pengikutnya adalah para pelajar.mmereka berjuang dengan cara sembunyi-sembunyi atau dengan strategi gerakan bawah tanah.
b)      Gerakan kelompok Amir Syarifuddin
Amir Syarifudin juga melakukan gerakan bawah tanah yang mendapat bantuan dana dari departemen pendidikan hindia belanda. Kelompok ini anti fasis dan menolak kerjasama dengan Jepang. Karena sanagt keras dalam mengkritik Jepang maka Amir Syarifudin ditangkap dan dijatuhi hukuman mati oleh Jepang pada tahun 1944. Atas bantuan dari Ir. Soekarno hukumannya diubah manjadi seumur hidup, namun ia dibebaskan ketika jepang menyerah dan Indonesia telah merdeka.
c)      Golongan Persatuan Mahasiswa
Golongan ini beranggotakan mahasiswa Ika Daigaku (Sekolah Kedokteran) di Jalan Prapatan 10 dan yang terhimpun dalam Badan Permusyawaratan Pelajar-Pelajar Indonesia (BAPERPI) di cikini raya 71. Kelompok persatuan mahasiswa ini anti Jepang dan sangat dekat dengan jalan pikiran Sutan Syahrir.
d)     Kelompok Sukarni
Kelompok ini sangat berperan disekitar proklamasi kemerdekaan. Tokoh-tokohnya antara lain, Adam malik, Pandu Kartawiguna, Chaerul Shaleh, dan Maruto Nitimiharjo.
e)      Kelompok Pemuda Menteng 31
Kelompok ini dibentuk oleh sejumlah pemuda yang bekerja pada bagian propaganda Jepang (Sendenbu) yang bermarkas di gedung Menteng 31 Jakarta. Sebenarnya asrama ini dibiayai Jepang dengan maksud menggembleng para pemuda untuk menjadi alat mereka. Tetapi tempat ini oleh pemuda dimanfaatkan secara diam-diam untuk menggerakkan semangat nasionalisme.
f)       Golongan Kaigun
Kelompok ini anggotanya bekerja pada angkatan laut Jepang. Kelompok ini mendirikan asrama Indonesia Merdeka di jalan Bungur Besar No. 56 Jakarta yang merupakan inisiatif dari perwakilan Kaigun di Jakarta, Laksamana Muda Maeda pada bulan Oktober 19 Muda Maeda pada bulan Oktober 19 Muda Maeda pada bulan Oktober 1944. Ketuanya Mr. Ahmad Subardjo.
Gerakan-gerakan diatas dalam mencapai tujuannya melakukan kegiatan-kegiatan antara lain sebagai berikut;
ü  Menjalin komunikasi dan memelihara semangat nasionalisme
ü  Menyiapkan kekuatan untuk menyambut kemerdekaan
ü  Mempropagandakan kesiapan untuk merdeka
ü  Memantau perkembanagn Perang Pasifik
d.      Perjuangan melalui perlawanan bersenjata
a)      Perlawanan Bersenjata yang dilakukan rakyat
1)      Perlawanan rakyat di Cot Plieng (10 November 1942)
Perlawanan ini dipimpin oleh Tengku Abdul Jalil. Awalnya rakyat Cot Plieng yang hanya bersenjatakan senjata tradisional  dapat memukul mundur pasukan Jepang. Tetapi setelah Jepang mengerahakn bala bantuan dan berhasil membakar masjid, mereka berhasil memadamkan perlawanan rakyat. Tengku Abdul Jalil bisa meloloskan diri namun akhirnya tewas ditembak Jepang ketika sedang shalat.
2)      Perlawanan rakyat di Pontianak (16 Oktober 1943)
Latar belakang perlawanan adalah penderitaan rakyat akibat kekejaman Jepang. Tokohnya adalah Utin Patimah.
3)      Perlawanan rakyat di Sukamanah, Singaparna, Jawa Barat (25 Februari 1944)
Perlawanan ini dipimpin oleh KH. Zainal Mustafa. KH. Zainal Mustafa tidak tahan lagi membiarkan penindasan dan pemerasan terhadap rakyat serta pemaksaan terhadap agama yakni adanya upacara Seikeirei (menyembah terhadap Tenno Heika Kaisar Jepang). Dalam pertempuran KH. Zainal Mustafa dan santrinya berhasil ditangkap. Kemudian diihukum mati pada tanggal 25 Oktober 1944.
4)      Perlawanan rakyat di Cidempet, kecamatan Lohbener, Indramayu (30 Juli 1944)
Perlawanan ini disebabkan oleh cara pengambilan padi milik rakyat yang dilakukan Jepang dengan kejam.
5)      Perlawanan rakyat di Irian Jaya
·         Perlawanan rakyat di Biak (1944)
Perlawanan ini dipimpin oleh L. Rumkorem. Yang dilatarbelakangi oleh penderitaan rakyat yang diperlakukan sebagi budak belian, dipukuli, dll.
·         Perlawanan rakyat di pulau Yapen Selatan
Dipimpin oleh Nimrod, namun perlawanan ini juga gagal karena Nimrod dijatuhi hukuman pancung.
·         Perlawanan rakyat di Tanah Besar, daratan Irian (Papua)
Dipimpin oleh Simson, rakyat mendapat bantuan senjata dari sekutu.

b)      Perlawanan bersenjata yang dilakukan PETA
·         Perlawanan PETA di Blitar (29 Februari 1945)
Tanggal 14 Februari 1945 prajurit PETA di Blitar melakukan perlawanan dibawah pimpinan Shodanco Supriyadi. Latarbelakangnya adalah persoalan pengumpulan padi Romusha maupun Heiho yang dialkukan secara paksa dan diluar batas peri kemanusiaan. Perlawanan ini merupakan perlawanan terbesar di Jawa. Namun karena tipuan jepang dengan berpura-pura mengajak berunding, empat perwira PETA dihukum mati, namun Syodanco Supriyadi berhasil lolos namun hingga saat ini nasib Supriyadi tidak diketahui.
·         Perlawanan PETA di Meureudu, Aceh (November 1944)
Perlawanan ini dipimpin oleh Perwira Giyugun T. Hamid. Latar belakang perlawanan ini karena sikap Jepang yang angkuh dan kejam terhadap rakyat pada umumnya dan prajurit Indonesia. Melihat perlawanan ini Jepang bertindak cepat dengan cara menyandera dan mengancam akan membunuh seluruh anggota keluarga Teuku Hamid jika ia tidak menyerah. Karena ultimatum tersebut terpaksa teuku Hamid menyerah.
·         Perlawanan PETA di Gumilir, Cilacap (april 1945)
Perlawanan ini dipimpin oleh pemimpin regu (Bundanco) Kusaeri bersama rekan-rekannya. Perlawanan yang direncanakan dimuali tanggal 21 April 1945 diketahui Jepang sehingga Kusaeri ditengkap pada tanggal 25 April 1945. Ia dijatuhi hukuman mati namun tidak terlaksana karena Jepang terdesak oleh sekutu.
E.     Metode dan Model Pembelajaran
Ceramah, Tanya jawab, Group Investigation

F.      Langkah-langkah Pembelajaran
no
Kegiatan pembelajran
Waktu
Metode
1
Kegiatan pembuka
·        Memberi motivasi-motivasi  pada siswa
·        Menjelaskan standar kompetensi, kompetensi dasar, serta tujuan pembelajaran yang akan disampaikan
·        Menyampaikan peta konsep materi

10’

Ceramah
2
Kegiatan inti
a.       Eksplorasi
·         Menyuruh siswa agar mencari sumber-sumber lain yang relefan
·         Melakukan Tanya jawab dengan siswa tentang materi yang akan diajarkan
b.      Elaborasi
·         Guru menjelaskan materi sesuai dengan kompetensi dasar yang ada
·         Memancing siswa untuk bertanya jika ada yang belum dipahami
·         Membentuk kelompok menjadi 5 kelompok
·         Guru memberikan tema diskusi, sebagai berikut:
ü  Perjuangan melalui organisasi bikinan Jepang
ü  Perjuangan melalui MIAI
ü  Perjaungan melalui gerkan bawah tanah
ü  Perlawanan senjata yang dilakukan rakyat
ü  Perlawanan bersenjata yang dilakukan PETA
·         Siswa menyampaikan hasil diskusi
c.       Konfirmasi
·         Memberikan umpan balik
·         Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi siswa
·         Memberikan motivasi dengan memuji hasil evaluasi belajar siswa

10’


Ceramah






Ceramah






Group Investigation
3
Kegiatan penutup
a.       Membuat kesimpulan dari pembelajaran yang telah dilakukan
b.      Menyampaikan rencana pembelajaran untuk pertemuan berikutnya
c.       Pemberian tugas menggambar peta dan menandai titik-titik terjadinya perlawanan rakyat melawan Jepang

10’

Ceramah

G.    Sumber Belajar
1.      Yasin, M dkk. 2007. IPS Terpadu Untuk SMP kelas IX. Jakarta: Ganeca Exact.
2.      Sutarto, dkk. 2008. IPS Untuk SMP/MTs Kelas IX. Jakarta: Depdiknas
3.      Tim Abdi Guru. 2007. IPS Terpadu Untuk SMP kelas IX. Jakarta: Erlangga
4.      Suhadi, Machi. 2007. IPS Sejarah untuk SMP dan MTs kelas IX. Jakarta: Esis
5.      Penilaian
a.       Teknik Evaluasi
Test unjuk kerja (diskusi)
Penugasan
b.      Bentuk Instrumen
Tema diskusi
Uji pengamatan diskusi
Penugasan
c.       Lembar penilaian
No
Nama
Aspek yang dinilai
Jumlah skor
Total nilai
1
2
3
4

























Keterangan:
1                    : Keaktifan
2                    : kerjasama
3                    : Bahasa
4                    : Kesopanan
Nilai
70-100
Total nilai = jumlah skor
                              4

        Kudus, 28 Agustus 2010
Mengetahui,                                                                         
      Guru Pamong                                                                                Praktikan


   Dra. Heni Hartanti                                                                  Fajar Purwo Kinasih
NIP. 19641002 199802 2 002                                                                 NIM. 3101407068



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar