Selasa, 01 Maret 2011

RPP SMP kelas IX H materi usaha mempertahankan kemerdekaan


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
SMP / MTS                             : SMP 1 Kaliwungu Kudus
Mata Pelajaran                        : Ilmu Pengetahuan Sosial
Kelas/semester                        : IX H/1
Alokasi Waktu                        : 2 x 40 menit
A.    Standar Kompetensi
Memahami usaha mempertahankan kemerdekaan
B.     Kompetensi Dasar
Mengidentifikasi usaha perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia
Indikator
Mendeskripsikan perjuangan rakyat dan pemerintah di berbagai daerah dalam usaha mempertahankan Indonesia
C.     Tujuan Pembelajaran
1.      Siswa dapat memahami perjuangan rakyat dan pemerintah diberbagai daerah dalam usaha mempertahankan kemerdekaan.
D.    Materi Pembelajaran
1.      Perjuangan rakyat dan pemerintah di berbagai daerah dalam usaha mempertahankan kemerdekaan Indonesia
Kehadiran sekutu yang membawa orang-oarang NICA pada tanggal 29 September 1945 sangat m,mencemaskan rakyat dan pemerintah RI sebab mereka juga menteror serta mencoba membunuh. Karena itu di beberapa daerah muncul perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan, yaitu:
a.       Pertempuran Surabaya
Pada tanggal 25 Oktober 1945 sekutu mendarat di tanjung perak Surabaya dibawah pimpinan AWS Mallaby yang bertugas melucuti tentara Jepang. Pada awalnya kedatangan sekutu ditolak oleh Gubernur dan rakyat. Namun kemudian setelah mengadakan pertemuan dan terbentuk kesepakatan, maka sekutu diperbolehkan oleh gubernur.
Pada tanggal 26 Oktober 1945 pasukan sekutu melanggar kesepakatan terbukti melakukan penyergapan ke penjara Kalisosok, hal ini dilanjutkan dengan penyebaran pamflet yang berisi perintah agar rakyat menyerahkan senjata. Akhirnya terjadilah kontak senjata tanggal 27 Oktober 1945. Pihak rakyat Surabaya mencapai kemenangan yang gemilang. Pada tanggal 29 Oktober 1945 Bung Karno beserta Jenderal DC Hawthorn tiba di Surabaya dan mengadakan perundingan yang menghasilkan kesepakatan untuk menghentikan kontak senjata. Namun kemudian dilanggar oleh pihak sekutu. Dalam satu insiden, Jenderal Mallaby terbunuh.
Dengan terbunuhnya Mallaby, pihak Inggris menuntut pertanggung jawaban rakyat Surabaya dan mengeluarkan ultimatum yang isinya agar seluruh rakyat Surabaya dan pemimpin-pemimpinnya menyerahkan diri. Jika pukul 06.00 ultimatum itu tidak diindahkan maka Inggris akan mengerahkan seluruh kekuatan darat, laut, dan udara. Namun rakyat Surabaya menolak ultimatum tersebut. Karena itu meletuslah pertempuran pada tanggal 10 November 1945. Melalui siaran radio yang dipancarkan dari Jl. Mawar No.4, Bung Tomo membakar semangat juang arek-arek Surabaya. Pertempuran ini berhasil mempertahankan kota Surabaya dari gempuran Inggris walaupun jatuh korban yang banyak. Oleh karena itu tanggal 10 November bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan untuk mengenang jasa para pahlawan di Surabaya.
b.      Pertempuran Ambarawa
Pertempuran ambarawa dipicu oleh kedatangan sekutu di Semarang pada tanggal 20 oktober 1945 yang juga diboncengi NICA serta mampersenjatai bekas tawanan perang di ambarawa dan Magelang. Setelah terjadi insiden di Magelang tanggal 2 November 1945, presiden Sukarno dan Brig. Jend. Bethel mengadakan perundingan gencatan senjata. Tanggal 21 November pasukan sekutu mundur dari magelang ke Ambarawa. Gerakan ini dikejar resimen Kedu Tengah yang dipimpin Letnan Kolonel M. Sarbini dan meletuslah pertempuran Ambarawa. Pasukan angkatan muda di bawah pimpinan Sastrodiharjo yang diperkuat pasukan gabungan dari Ambarawa, suruh, dan Surakarta menghadang sekutu di desa Lambu.
Dalam pertempuran di Ambarawa ini gugurlah Letnan Kolonel Isdiman, komando resiman banyumas. Dengan gugurnya Letnan Kolonel Isdiman, komando pasukan dipegang oleh Kolonel Soedirman, pangkalan divisi Purwokerto.
Kolonel Soedirman menkoordinir komandan-komandan sektor untuk menyusun strategi penyerangan terhadap musuh. Pada tanggal 12 september 1945 pasukan TKR berhasil mengepung musuh yang bertahan di benteng Willem, yang terletak ditengah-tengah kota Ambarawa. Selama 4 hari 4 malam kota Ambarawa dikepung. Karena merasa terjepit, maka pada tanggal 15 Desember 1945 pasukan sekutu maninggalkan Ambarawa menuju Semarang,
c.       Pertempuran Medan Area dan sekitarnya
Pasukan sekutu mendarat di Sumatera Utara pada tanggal 9 Oktober. Pasukan ini diboncengi oleh serdadu belanda dan NICA yang siap mengambil alih pemerintahan. Atas ijin gubernur para tawanan dibebaskan. Pada bulan Oktober 1945 mulai muncul badan-badan perjuangan dan laskar-laskar partai. Pada tanggal 18 Oktober 1945 Brigadir Jenderal T.E.D. Kelly memberikan ultimatum kepada pemuda Medan agar menyerahkan senjatanya. Aksi-aksi terror mulai dilakukan oleh Sekutu dan NICA. Pada tanggal 1 Desember 1945 Sekutu memasang papan-papan yang bertuliskan Fixed Boundaries Medan Area di berbagai
sudut pinggiran kota Medan. Pada tanggal 10 Desember 1945 pasukan Sekutu melancarkan serangan militer secara besar-besaran dengan menggunakan pesawat-pesawat tempur. Pada bulan April 1946 pasukan Inggris berhasil mendesak pemerintah RI ke luar Medan. Gubernur, Markas Divisi TKR, Walikota RI pindah ke Pematang Siantar. Walaupun belum berhasil menghalau pasukan Sekutu, rakyat Medan terus berjuang dengan membentuk Laskar Rakyat Medan Area.
Selain di Medan, pertempuran juga terjadi di Aceh, Padang dan Bukitinggi.
2.      Kronologi berbagai peristiwa penting baik di tingkat pusat maupun daerah dalam uasaha mempertahankan kemerdekaan Indonesia
a.       Bandung lautan api
Pasukan sekutu mandarat di Bandung pada tanggal 17 Oktober 1945. Sekutu meminta pemuda untuk menyerahkan senjata Jepang, dan meminta agar bandung bagian utara dikosongkan oleh rakyat paling lambat 29 November 1945. Para pemuda tidak mempedulikan peringatan itu sehingga sering terjadi insiden-insiden dengan pasukan sekutu.
Sekutu mengulangi ultimatumnya pada tanggal 23 Maret 1946 yakni agar TRI meninggalkan kota Bandung. Dengan adanya ultimatum ini, pemerintah Republik Indonesia di Jakarta menginstruksikan agar TRI mengosongkan kota Bandung, akan tetapi dari markas TRI di Yogyakarta menginstruksikan agar kota Bandung tidak dikosongkan. Akhirnya, para pejuang Bandung meninggalkan kota Bandung walaupun dengan berat hati. Sebelum meninggalkan kota Bandung terlebih dahulu para pejuang Republik Indonesia menyerang ke arah kedudukan-kedudukan Sekutu sambil membumihanguskan kota Bandung bagian Selatan. Peristiwa ini kemudian dikenal dengan Bandung Lautan Api.
b.      Puputan margarana
Setelah Belanda mendarat di Bali, mereka mengajak rakyat Bali untuk membentuk Negara Indonesia Timur. Hal itu ditolak oleh I Gusti Ngurah Rai, bahkan dijawab dengan perlawanan bersenjata.
I Gusti Ngurah Rai mamperoleh kemenangna saat menyerang markas NICA di Tabanan. Namun kemudian Belanda mengerahkan pasukan di Bali dan Lombok.
Puncak pertempuran terjadi tanggal 29 November di Margarana. Namun karena kalah dalam persenjataan pasukan I Gusti Ngurah Rai dapat dikalahkan. I Gusti mengobarkab perang puputan atau habis-habisan. Sehingga pertempuran ini sering disebut dengan perang puputan margarana.
c.       Peristiwa westerling di makasar
Pada bulan Desember Belanda mengirim pasukan ke Sulawesi Selatan dibawah pimpinan Raymond Westerling, yang bertugas membersihkan Sulawesi dari pejuang-pejuang republic dan menumpas perlawanan rakyat.
Sejak tanggal 7-25 Desember 1945 Wasterling membunuh beribu-ribu rakyat. Belanda menyatakan Sulawesi dalam keadaan perang dan hokum militer. Pada waktu itu Westerling mengadakan aksi pembunuhan missal di desa-desa yang mengakibatkan terbunuhnya 40.000 orang.
d.      Serangan umum 1 maret 1849
Serangan ini dilaksanakan tanggal 1 Maret 1949 dan dipimpin oleh Letkol Suharto. Serangan ini membawa hasil yaitu RI dapat menguasai yogyakatra dalam waktu 6 jam, pada pukul 06.00 hingga 12.00.
Berita Serangan Umum ini disiarkan RRI yang sedang bergerilya di daerah Gunung Kidul, yang dapat ditangkap RRI di Sumatera, selanjutnya dari Sumatera berita itu disiarkan ke Yangoon dan India. Keesokan harinya peristiwa itu juga dilaporkan oleh R. Sumardi ke PDRI di Buktitinggi melalui radiogram dan juga disampaikan pula kepada Maramis. (diplomat RI di New Delhi, India) dan L.N. Palar (Diplomat RI di New York, Amerika Serikat).
Serangan Umum 6 Jam di Yogyakarta ini mempunyai arti penting yaitu sebagai berikut:
Ke dalam :
·         Meningkatkan semangat para pejuang RI, dan juga secara tidak langsung memengaruhi sikap para pemimpin negara federal buatan Belanda yang tergabung dalam BFO.
·         Mendukung perjuangan secara diplomasi, yakni Serangan Umum ini berdampak adanya perubahan sikap pemerintah Amerika Serikat yang semula mendukung Belanda selanjutnya menekan kepada pemerintah Belanda agar melakukan perundingan dengan RI.
Ke luar:
·         Menunjukkan kepada dunia Internasional bahwa TNI mempunyai kekuatan untuk melakukan serangan
·         Mematahkan moral pasukan Belanda.
E.     Metode dan Model Pembelajaran
Ceramah, Tanya jawab, Make a Match (mencari pasangan),

F.      Langkah-langkah Pembelajaran
no
Kegiatan pembelajaran
Waktu
Metode
1
Kegiatan pembuka
·        Memberi motivasi siswa untuk tetap semangat dalam melaksanakan pembelajaran
·        Menjelaskan standar kompetensi, kompetensi dasar, serta tujuan pembelajaran yang akan disampaikan
·        Menyempaikan peta konsep materi

10’

Ceramah
Tanya jawab
2
Kegiatan inti
a.       Eksplorasi
·         Menyuruh siswa agar mencari sumber-sumber lain yang relefan
·         Melakukan Tanya jawab dengan siswa tentang materi yang akan diajarkan
b.      Elaborasi
·         Guru menjelaskan materi sesuai dengan kompetensi dasar yang ada
·         Memancing siswa untuk bertanya jika ada yang belum dipahami
·         Guru membagikan kartu sesuai jumlah siswa, setiap siswa mendapatkan satu kartu yang berisi soal/jawaban.
·         Siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (kartu soal/kartu jawaban)
·         Siswa yang dapat mencocokan kartunya sebelum batas waktu diberi poin.
·         Siswa menjelaskan jawaban yang terdapat dalam kartu
c.       Konfirmasi
·         Memberikan umpan balik
·         Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi siswa
·         Memberikan motivasi dengan memuji hasil evaluasi belajar siswa

50’


Ceramah





Ceramah






Make a Match (mencari pasangan)
3
Kegiatan penutup
a.       Membuat kesimpulan dari pembelajaran yang telah dilakukan
b.      Menyampaikan rencana pembelajaran untuk pertemuan berikutnya

10’

Ceramah

G.    Sumber Belajar
1.      Yasin, M dkk. 2007. IPS Terp[adu Untuk SMP kelas IX. Jakarta: Ganeca Exact.
2.      Sutarto, dkk. 2008. IPS Untuk SMP/MTs Kelas IX. Jakarta: Depdiknas.
H.    Penilaian
a.       Teknik Evaluasi
b.      Bentuk Instrumen
Soal
c.       Lembar penilaian
No
Nama
Aspek yang dinilai
Jumlah skor
Total nilai
1
2



















Keterangan
1.      Keaktifan siswa
2.      Kualitas jawaban

Total nilai =  jumlah skor
                                              2


    Kudus, 21 September 2010
Mengetahui,                                                                         
      Guru Pamong                                                                                Praktikan


   Dra. Heni Hartanti                                                                  Fajar Purwo Kinasih
NIP. 19641002 199802 2 002                                                                 NIM. 3101407068


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar